Isnin, 14 Oktober 2019

Masa

Bukan mudah untuk mematuhinya. Kesetiaan sering di uji untuk mentaatinya. Kemalasan sering terjadi apabila ada nya ia. Ya siapa lagi kalau bukan masa. Masa itu ibarat emas bak kata orang tua2.

Tapi sejauh mana ketepatan kita menghargainya. Sejauh mana masa yang kita amalkan di dunia. Demi masa sesungguhnya manusia itu dalam kerugian. Memang betul firman allah ini, kita adalah orang yang sangat rugi,  sebab mengabaikan masa sesuka hati.

Manusia itu pelupa, itu memang fitrah. Jadi bagaimana untuk kita mengatasinya. Kadang kita sebok dengan hal dunia, quran sukar sekali untuk di buka apatah lagi dibaca, apa lagi menghafalnya. Bayangkan apa kan jadi jika ayat quran itu nanti allah tarik kembali?. Petunjuk sudah allah beri. Jadi apa yang kita mahukan lagi?.

Bila di kata kenapa xda masa untuk quran?. Masa menjadi alasan. Penat menjadi godaan. Maka jadila kita manusia yang rugi dalam firman allah itu tadi.

Adakah kita ingin menjadi mukmin yang berusaha untuk mendapat rahmat allah. Atau hanya ingin menjadi manusia yang rugi?  Pilihla.. keputusan ada di tangan kita.

Bagi manusia yang rugi. Mereka akan nampak dunia ini adalah segalanya2. Dunka ini adalah syurga. Bagi seorang mukmin, mereka akan nampak dunia ini penjara, dunia ini sementara, dunia ini tempat bekal untuk ke syurga. Akhirat lah tempat yang kekal selamanya.

Quran oh quran dalam mu terselit banyak petunjuk dan hikmah. Akan tetapi segelintir orang yang hanya memandang mu sebagai mukjizat yang sangat mulia.

Quran oh quran, engkau menyelamatkN para pembaca, penghafal dan pengamal quran dari siksa neraka. Engkau menenangkan bagi mereka yang membacanya.

Quran oh quran. Rajuk mu hanya allah yanng faham. Tika manusia meninggalkan mu menjadi debu tanpa bacaan, engkau merajuk hanya allah yang faham. Tika manusia bertengkar mengenai hukum alam. Engkau sedih melihat persengketaan sesama islam.

Quran oh quran, nikmatmu tersangat besar. Engkaulah mukjizat dan petunjuk akhir zaman. Siapa yang berpegang dan mengamalkan mu, hidupnya akan terhindar dari masalah.

Quran itu kalam mulia, mengubah derita menjadi bahagia, kalam allah jangan di sia, kelak diri rosak binasa.

Pengorbanan

Bukan senang hendak berpisah. perit itu terasa. Entah bila lagi boleh berjumpa. Hanya Allah yang faham pengorbanan kita bersahabat. Biarpun ujiannya sangat banyak. Mengekalkan ukhwah terasa berat .Ujian kesetiaan, ujian umpatan, ujian tohmahan ,ujian cemuhan, ujian kata2 org hanya Allah yang faham segala pengorbanan.

Apa yang perlu kita faham setiap kebaikan yang allah tanamkan dalam diri kita perlu di teruskan, sapa yang suka akan kebaikan, manusia akan pandang keburukan dari kebaikan .Sebagai seorang mukmin kebaikan perlu di teruskan walaupun keburukan yang di pandang.

Begitula hakikatnya bersahabat, kadang ada gembira, kadang ada dukanya. Duka apabila semua kita akan berpisah. Pertemuan yang allah berikan hanya sementara, maaf bukan semua ada dalam gambar ini, biarlah hanya allah faham persahabatan ini di tahap mana. Setiap pengorbanan yang kita lakukN akan ada hasilnya di akhirat nnti .Yakin dengan janji allah sahabat.
Setiap pertemuan ada perpisahan. Dalam perpisahan ada kemanisan. Dalam kemanisan ada pengorbanan. Dalam pengorbanan ada tangisan. Dalam tangisan ada kedukaan. Dalam kedukaan terselit kesedihan. Dalam kesedihan ubatnya alquran.
Bersahabatlah seperti rasul dengan sahabat baginda. Bersahabatlah seperti perjuangan para sahbat menentang musuh islam. Bersahbatlah seperti rasul menyebarkan agama bersama sahabat. Bersahabatlah seumpama para sahabat yang bersahabat sehingga allah menjemput mereka. Biar perpisahan ini terasa perit terasa, biar perit di dunia tapi nikmat di syurga. Uhibuki fillah lillahitaala.

Ahad, 6 Oktober 2019

QARIN

Siapakah Qarin itu sebenarnya?? apakah ia jin pendamping yang baik atau jahat bagi orang yang di dampinginya?? mengapa qarin tidak meninggal menyusul orang yang didampinginya ke alam baka (kekal)?? secara bahasa”qarin” berarti teman atau pasangan.karena itu qarin sering di artikan sebagai teman yang selalu mendampingi kita di man saja kita berada.

Apa yang kita faham teman , ada yang baik dan ada yang buruk. Begitu juga dengan qarin, ia kadang memiliki pengaruh baik pada kita kadang juga memiliki pengaruh buruk pada kita. Tetapi pengaruh kita sebagai manusia lebih tinggi dibandingkan pengaruh qarin terhadap kita.

Qarin sudah ada sejak kita lahir. Karena itu , ada yang mengistilahkan qarin itu pasangan kembar kita. Hanya saja ia bentuknya ghaib dan tak terlihat. Sebagai pasangan yang selalu mengikuti kita kemana saja , sudah pasti ia tahu betul apa yang kita kerjakan semasa hidup. Seingga qarin bisa menyampaikan keinginan2 yg ingin di sampaikan alkmarhum/almarhumah saat ihdupnya yang belum sempat terucap.

Keberadaan qarin dlm tubuh kita di pertegas oleh hadist nabi riwayat Abdulah bin mas’ ud. Dalam hadist tsb di sebutkan bahwa rasullulah bersabda “ tidak ada seorang pun diantara kalian yang tidak di tunjuknya jin pendamping (Qarin) “.” para sahabat bertanya”. “termasuk anda, ya Rosulullah??”
“ya” Jawab nabi. “Hanya saja aku mendapat pertolongan Allah, sehingga jin pendampingku masuk islam, dan ia tidak pernah mengajak ku kecuali yang baik-baik”

Daripada cerita ini, aku kukuhkan dengan hadis dari nabi. Banyak orang kata qarin itu jahat, padahal qarin itu mempengaruhi diri kita sendiri. Kalau kita baik, qarin itu datang memberi kita nasihat dan mengigatkan amalan kita, kalau kita jahat, qarin akan mempengaruhi untuk buat jahat juga.

Perkara ini pernah berlaku dalam diri aku, bila aku leka dari nikmat dunia, ada seseorang yang akan menasihati aku. Kadang dia menjaga aku.. pernah aku pergi berubat. Yalah takut yang datang itu benda buruk. Tapi kata mereka, aku sehat tanpa gangguan.

Disini aku faham, allah datangkan seorang teman untuk tegur salah silap aku, dia mengubah aku. Aku bukan lah insan yang baik. Keburukan aku hanya allah yang tahu. Kejahatan aku hanya allah yang faham. Aku sangat bersyukur allah datang kan seseorang untuk membimbing aku. Qarin itu akan kekal bersama kita sampailah kita dah meninggal. Tapi kawan, kluarga, sahabat??  Berkawan adakala menyakitkan sebab emosi kita mereka tak faham. Keluarga, mereka amat diperlukan, mereka adalah yang paling kita sayang, tapi kadangkala hati kita merek Tak faham. Sahabat. Mereka sangat memahami ketika susah dan senang, adakala kita sedih merekalah teman. Tapi bersahabat juga ada ujian, bila mereka dah kahwin dah berkeluarga, cuba fikir adakah keeratan yang dulu akan kekal? Mesti mereka ada haluan masing-masing. 

Hikmahnya.. allah sentiasa bersama kita, allah datangkan quran untuk membuat hati kita tenang. Tika, kawan memperlekehkan kita, mengumpat kita, bila keluarga tak faham emosi kita, bila sahabat tidak pula berada disisi kita, allah datangkan quran untuk menenangkan hati., dan tugas qarin adalah untuk mengingati. Jadi, kita sendiri yang perlu corakkan teman kita itu seperti apa. Jangan salah kan allah jangan salahkan sesiapa, tuding la jari pada diri sendiri dahulu sebelum menyalahkan orang lain.

kata Ibn Mas’ud meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya: “Setiap anak Adam mempunyai kelompok, dan bagi malaikat ada kelompok dengan anak Adam. Kelompok setan mengajak kepada kejahatan dan mendustakan yang hak, adapun kelompok malaikat mengajak kepada kebaikan dan membenarkan yang hak. Barang siapa yang mendapatkan yang demikian itu, maka ketahuilah bahwa itu dari Allah dan pujilah Allah, dan barang siapa yang mendapatkan selain itu, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk, kemudian ia membaca asy-syaithanu ya’idukumul-faqra wa ya’murukum bil-fahsya’.” (HR. Tirmizi).

HATI

Hati yang allah jadikan sangat berharga sekali. Berharga dari wang dan ringgit.
Jika hati terluka hidup akan sengsara. Tapi sejauh mana kita mampu menjaga hati yang allah beri?

Bila hati kita sakit, apa mampu kita buat? Menyalahkan takdir atau menyalahkan diri sendiri?... kadang hati itu sakit kerana kata2 yang kita ungkapkan. Kadang kata2 yang tiada tapisan dan pabila ingin menutup agar orang tak marah, kita pun katakan ianya satu gurauan.

Kadang aku terfikir bagaimana untuk aku menjadi seperti aku yang kecil dahulu. Diam x sebok hal orang, dan mampu untuk buat kerja tanpa gangguan. Samlai guru-guru kata aku ini orang yang bisu. Aku nak sangat jadi sebegitu. Sebabnya, tanpa berkata yang tak perlu kita mamlu kurangkan dosa kita.

Yess.. memang dakwah itu perlu.  Dakwah perlu sentiasa berkata2 dan berhujah. Aku pernah buat semUa itu. Tapi kesannya sangat mendalam dalam diriku..

Kita memberi nasihat sebagai seorang sahabat seislam,  banyak kali di salah ertikan. Di cakap perosak rumah tangga orang, dituduh sebagai penjauh dalam kluarga orang. Semuanya sebab kata-kata. Niat kita hanya untuk menegur, akan tetapi lain yang dilihat.

Betullah kata ulama terdahulu, jika nasihat yang di sampaikan di hadam dari sudut positif maka positif la yang akan dapat. Tapi jika nasihat di hadam dari sudut negatif maka negatiflah hasilnya.

Aku pernah berkali-kali cuba untuk diam. Sampai orang kata aku pelik kenapa diam. Selalunya kau tak diam. Hari ini pula kau diam. Apa ada kesalahan apa2 ka yang aku buat. Itu kata2 salah seorang kawan aku, tak tahu apa perlu aku cakap lagi. Aku hanya cakap. Tak ada benda perlu di cakap, rasanya lebih baik diam.

Apa yang mampu di simpulkan, dengan kata2 kita setiap hari cuba fikir berapa orang yang sudah kita sakiti? Mungkin mereka hanya diam, tapi hati mereka allah yang faham. Daripada menanggung dosa daripada lidah lebih baik diam..  DIsini aku tutup dengan satu firman Allah:

وَٱذۡكُرِ ٱسۡمَ رَبِّكَ بُكۡرَةٗ وَأَصِيلٗا

Dan sebutlah dengan lidah atau dengan hati akan nama Tuhanmu (di dalam dan di luar sembahyang), pada waktu pagi dan petang;

-Sura Al-Insan, Ayat 25

Jumaat, 4 Oktober 2019

KEMBALI

Aku kembali untuk menebus dosa aku yang lalu.

Aku kembali untuk menjadi seperti saidatina maryam yang banyak beribadah kepada allah dan sentiasa berbaik sangka.

Aku kembali untuk mencari sinar yang telah aku lupakan. Mencari kembali semangat dalam beribadah kepada tuhan.

Aku kembali untuk menjadi diriku yang sebenar. Menjadi seorg yang sentiasa bersangka baik. Pedulila apa kata sekeliling. Bukan mereka menjaminkan syurga untuk kita, tapi kita sendiri yang perlu maju ke hadapan dan sentiasa positif.. menjadi baik bkn mudah. Menjadi perfect agaklah susah. Akan tetapi allah lahirkan kita di dunia adalah untuk beribadah. Hiduplah hanya semata2 kerananya.. Maka kelak Allah akan sayang kan kita.